Tampilkan postingan dengan label Friends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Friends. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

DAN KETIKA SENJA

sumber : http://pixabay.com/static/uploads/photo/2012/06/04/07/27/sunset-49383_640.jpg?i

Hari itu, dalam suasana yang hangat terlintas sebuah memori indah yang membuat saya dan beberapa teman merenung. Merenungkan lebih jauh tentang sebuah pergeseran. Yang membuat kami mau tidak mau membandingkan “senja” kami di masa lalu dan “senja” yang kami nikmati sekarang.
          Disenja itu, langit sedang mendung. Saya dan beberapa teman sedang berusaha mengumpulkan sisa tenaga untuk beranjak dari Kampus. Lelah mungkin yang membuat salah seorang dari kami malah termenung. Bernostalgia dengan cuaca yang lembab. Di jam, cuaca dan suasana seperti ini, dulu adalah “jam bermain”. Serempak kami mengiyakan. Karena memang betul, kami dari generasi yang sama dan besar dizaman yang sama.
          Dulu, ketika sore mulai meninggalkan singgsananya, itu adalah waktu terbaik untuk kami bersosialisasi dengan teman sepermainan alias “teman satu kompleks”. Dengan nada panggilan yang serupa tapi tak sama “Ainun.. main-main ki”. Berlarian kesana kemari adalah hal biasa.  Bermain “kude’deng” dengan anak satu lorong itu normal. Main petak umpet dengan anak satu kompleks itu luar biasa.
         Pemandangan yang juga tidak kami lupakan, ketika anak-anak itu sibuk bermain dengan sesamanya, para orang tua juga punya kesempatan untuk menyapa satu sama lain. Hingga Suasana sangat kental dengan rasa kebersamaan dan persaudaraan.
        Saat warna jingga menguasai horizon di ufuk barat, sayup-sayup terdengar lantunan ayat suci dari mesjid kompleks. Dengan serta merta para oang tua mengajak kami pulang. “pulang meki mandi nak, magrib mi”.
            Sekarang, senja itu telah berubah di mata kami. Di kompleks tempat kami tinggal sudah jarang kami mendengar riuh rendah suara anak-anak yang berlarian. Atau mungkin kami yang jarang di rumah.. hehehe. Tapi tidak. Anak jaman sekarang lebih suka bermain di dalam rumah, mungkin karena cuaca yang semakin panas atau karena “The Power of Gadget”.
         Bukan hanya itu yang kami rasakan. Di langit senja ada yang berubah. Jingga itu tidak lagi secerah dulu. Jingga itu hanya tinggal siluet-siluet warna yang nyaris tenggelam di antara awan kelabu. Sangat berbeda dengan apa yang kami lihat dulu.
                Apa ini yang dinamakan perubahan zaman ?? kenapa malah kami merasa ada yang hilang. Bingung harus menanggapinya dengan cara bagaimana. Memang perubahan zaman itu membawa kesejahteraan, tapi ada sisi yang hilang dari situ. Ini kah yang diinginkan oleh zaman ??

Minggu, 17 Februari 2013

Pengaharapan


We are not just friends… we are family..
kalimat itu masih tersimpan dengan rapi dan hangat dalam memori otak ku..
menjadi bagian dari perjalanan hidup ku yang paling berkesan..

Memang tidak ada kata sepakat untuk menjadi satu bagian.. tapi waktu dan kebersamaan yang merajut kita dalam sebuah ikatan..
awalnya hanya “kenal nama”..
waktu berlalu kita menjadi teman..
dari teman itulah sebuah ikatan persaudaraan terbentuk dengan sendirinya..
takdir mungkin.. atau hanya tak sengaja..

Waktu yang tidak singkat dan masalah yang tidak sedikit berlalu membentuk sebuah rangkaian sejarah..
sejarah masa muda.. sejarah persaudaraan.. sejarah percintaan.. sejarah jati diri.. dan sejarah yang mendewasakan kita semua..

Dan ketika waktu berlalu.. tuntutan masa depan memisahkan kita..
Mengejar cita.. berjuang.. menapaki jalan baru.. masuk ke dunia baru.. dan terpisah tentu nya..
Berat mungkin..
Hingga.. genggam tangan.. suasana haru.. tetes-tetes air mata.. kepala yang merunduk..
Seakan jadi gambaran betapa kita berusaha menutupi kesedihan itu..

tapi atas nama masa depan..
kita menyeka air mata.. mengangkat kepala.. dan saling menguatkan..
suasana tetap lah haru..
tapi.. itu cerita lama..
kini ada yang berubah..
ketika jalan kita telah terpisah..

diawal..
pesan-pesan rindu itu masih hangat ku dengar..
kata tanya bernada khawatir itu masih sering ku terima..
kepedulian kita masih terjaga..
hingga ketika..
ada ruang kosong di antara kita..
persaudaraan yang hangat perlahan mulai dingin..
entah.. apa hanya prasangka ku saja..

semua tahu ada jarak dan waktu yang membuat kita sulit..
lingkungan yang baru yang mungkin membuat kita terhalang..
tapi bukan berarti kita saling mengabaikan..
semoga ini hanya opini ku saja..

kemana lari nya rasa peduli itu..?
kemana menguap nya kehangatan itu..?
atau kita sudah merenggang..?
tanya ku ini mungkin tidak akan pernah terjawab..
karena keberanian ku masih mengalah pada sebuah keyakinan..

harus kah ku menjawabnya sendiri..
mungkin kita semua sedang sibuk mengejar cita.. berjuang.. menapaki jalan baru.. masuk ke dunia baru..
hingga suatu hari nanti ketika kesuksesan dalam genggaman..
kita kembali pada memori indah itu.. mengenangnya.. dan merajutnya kembali..

tolong..
kalian harus berjanji untuk saling peduli lagi karena ku masih yakin “kalian saling merindukan”..
jangan biarkan asa ku ini rapuh dimakan waktu karena ku percaya “kita bukan hanya sekedar teman”..
hangatkan kembali persaudaraan kita karena ku tahu “kita adalah saudara”..

atas nama masa depan..
atas nama kepedulian ku..
atas nama persahabatan kalian..
dan atas nama persaudaraan kita..